Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Saat Semesta Berbisik

Gambar
foto from pinterest Hei kau pribumi ciptaan tuhan Aku tak pernah merencanakan untuk bertemu dengan tatapanmu, namun disanalah dirimu, dibawah pancaran mentari, satu senyuman sederhana begitu tenang dan bercahaya. Sejenak dunia terasa hening Terpana lembut oleh senyummu Satu ucapan "hai" yang tulus dan lembut Terasa seperti mimpi yang perlahan menjadi nyata Aku belum tahu asal usulmu Atau kemana hatimu pernah singgah Namun dalam tatapan pertama yang singkat itu, dunia seolah berbisik pelan "ambillah kesempatan ini" Mungkin kita masih dua orang yang asing Dengan kisah yang belum ditulis dan mimpi yang belum terwujud. by: Asycarr

Hanyut Dalam Diam

Gambar
Photo from pinterest Jika kau adalah lautan,  biarkan aku duduk di tepinya, mengagumi luasmu, tanpa perlu menyentuh kedalamanmu. Namun tanpa sadar, aku tenggelam dalam keindahanmu, hanyut oleh tenangmu, sampai lupa bahwa aku hanya seorang yang datang untuk mengagumimu Aku tidak ingin menjadi pemilik ombakmu,  tidak ingin mengubah arah anginmu, aku hanya ingin menjadi seseorang  yang pernah beruntung melihat indahnya dirimu.  Sebab beberapa hal memang diciptakan  bukan untuk digenggam,  melainkan untuk dikagumi dalam diam,  seperti lautan yang selalu indah dari kejauhan. Karya: Tsabita Airin Nafila

Kado Ulang Tahun.

Gambar
  Photo from pinterest -03, Mei- Di selingan malam, aku bersyukur- masih dapat tempat tidur yang layak dan kesempatan untuk berpikir: nyusun prompt, mengingat hal-hal memalukan, ataupun berimajinasi tentang hari esok.   Hari ini, Aku tidak hanya menambah angka, Aku menambah keberanian Untuk melihat diriku lebih jujur.   Kadang aku ingin menjadi cahaya menjadi tawa yang didengar, tangan yang bermanfaat, dan tubuh yang kuat menopang   Meski kutahu kadang, dibalik ceria yang dibawa ada renung yang datang, ada malas yang menang, dan rapuh yang malu untuk tampil.   Di usia ini, aku ingin tumbuh, bukan menjadi sempurna, melainkan memperbaiki sedikit demi sedikit.   “Sempurna”, makna yang melekat pada nama, dan kini ingin belajar bahwa arti bukan tuntutan, melainkan (doa) perjalanan.   Dan untuk semua elemen yang telah menabur- Kasih, waktu, fisiologis, pengalaman, Serta orang-orang ...

LANJUT??

Gambar
photo from Pinterest  Hal yang sebenarnya aku tau namun aku seolah tak ingin tau Sekejap mata aku mengetahuinya  Jauh diluar nalarku dimalam ini Tempat sepi yang ku butuhkan saat ini juga Guna menumpahkan segala rasa sakit ketiada gunakan saat ini Alam lamunanku bicara untuk menghentikan segala langkahku Sepertinya langkahku kurang dalam menginjak dibumi Hal yang aku cemaskan justru memintaku dengan tegas untuk melanjutkan  Katanya aku tidak usah risau dengan semua ini Bagaimana aku tidak risau dengan apa yang terjadi Aku berandai, apakah jika aku melanjutkan langkahku akan baik-baik saja? Atau mungkin keadaan akan berkata sebaliknya. By: Ahla Aulia Zanuba

Tanpa Topeng

Gambar
 Di antara riuh tawa yang dulu kita rawat, ada jarak yang tumbuh pelan-pelan. Bukan karena benci, bukan karena salah siapa-siapa— hanya waktu yang diam-diam menggeser kita ke arah berbeda. Sapaan berubah seperlunya, candaan tak lagi menemukan tempat pulang. Aku belajar menjadi pelupa. Melupakan kebiasaan menunggu, melupakan obrolan panjang tanpa arah. Kupaksa diri untuk tidak lagi menoleh, meski kenangan masih berdiri di sudut yang sama. Melupakan ternyata bukan soal menghapus, melainkan tentang bertahan agar tidak kembali berharap. Namun masa lalu keras kepala. Ia datang lewat lagu lama di tengah malam, lewat kenangan yang tak sengaja terbuka, lewat aroma hujan yang mengingatkan pada percakapan yang tak selesai. Ia hadir lagi ..... di sampingku tanpa izin, mengulang adegan yang seharusnya telah usai. Lelah berlari, aku memilih berhenti. Memilih menyendiri bukan karena kalah, bukan pula karena kecewa sepenuhnya. Aku hanya ingin ruang di mana aku tak perlu menjelaskan diri, tak perl...

MALAM

Gambar
Dalam sunyi malam yang mendalam, pikiran berdansa tanpa irama. Beban hari yang tak kunjung reda, menumpuk dalam helaan napas yang perlahan. Asap rokok melingkar pelan, menutupi sepi yang diam-diam menusuk. Tak ada tempat untuk berbagi cerita, hanya gelap yang tetap setia mendengar. Di bawah bintang yang berkelip tenang, tersimpan kisah yang tak sanggup diucap. Malam berdiri sebagai saksi bisu, menjaga rindu yang tak tahu arah pulang. Dalam kepulan asap yang melayang jauh, hati dan pikiran berpadu dalam renungan panjang. Dan di ujung malam yang semakin hening, tinggal secercah harapan— seperti rokok yang perlahan padam, meninggalkan tenang yang samar. Penulis: Adie Guna Apik Dumadi

Langkah yang Tak Bernama

Gambar
  Ada jejak yang ditinggalkan hujan, bukan di tanah,  melainkan di udara, di antara aroma basah dan suara  genting beradu. Ada cahaya yang tak pernah selesai, menua, menyusup lewat celah jendela, sambil membawa rahasia,  yang hanya dipahami bayangan. Langkah kecil berlari tanpa nama, tak mencari arah,  tak menunggu alasan, hanya mengabarkan bahwa waktu  selalu berwajah ganda menyembuhkan, sekaligus  menghapus. Jika halnya menengadah malam ini, bintang-bintang tidak akan menjawab, tapi mereka menyimpan  doa-doa yang pernah tercecer dari seorang itu sendiri. Oleh: Siti Fatimah

Jalan Pulang

Di ujung senja aku berjalan,   menyusuri lorong-lorong kenangan,   di mana angin membawa bisikan,  dan tanah mengingat namaku diam-diam.   Pulang, bukan hanya tentang kembali, tetapi tentang mengurai beban,   tentang menemukan diri   yang pernah hilang di persimpangan.   Langkahku ringan kini,   cahaya di kejauhan memanggil,   sebuah rumah yang bukan dari batu,   melainkan dari rindu dan waktu.   Aku melewati bayang-bayang lama,   menyapa sepi yang dulu kutinggalkan,   menyadari, bahwa jalan pulang   selalu sabar menunggu,   meski aku berkali-kali lupa arah.   Di setiap detak malam yang sunyi,   ada doa-doa tanpa suara,   dengan tangan terangkat   yang menuntunku pulang.   Dan ketika akhirnya kutiba, tak ada gemuruh, hanya bisik bumi yang lembut berkata, "Selamat datang, yang telah lama hilang." Oleh: Dwi Rahma    

Deret Perjuangan

Langkah pertama, titik awal,   Menuju limit tanpa tenggal.   Grafik harapan naik perlahan,   Menuju puncak, tak ada jalan instan.   Di ruang kelas, variabel bersilang,   Persamaan hidup kian berkembang.   Integrasi mimpi dalam tiap tugas,   Dibagi lelah, dikali semangat tak terbatas.   Malam-malam penuh logika,   Menyusun bukti, mencari makna.   Dikotomi rasa antara yakin dan ragu,   Seperti bilangan yang terus bersambung maju.   Ujian datang, sistem diuji,   Tak sekadar teori, tapi mental beraksi.   Turunan lelah, integral doa,   Konvergen menuju keberhasilan nyata.   Perjuangan ini tak hanya himpunan nilai,   Tapi fungsi usaha yang tak ternilai.   Dan saat gelar terdefinisi sempurna,   Aku tahu, tak ada perjuangan yang sia-sia. Oleh: Kakprimmm

Lauhul Mahfudz

Di langit tinggi jauh di atas awan  Tersimpan rapi di dalam sebuah tempat  Catatan takdir yang takkan hilang  Rahasia Ilahi abadi di akhirat Setiap jejak, setiap langkah  Ditulis dengan tinta cahaya  Menjadi panduan bagi insan  Di jalan dunia yang fana Tak ada yang terlewat, tak ada yang luput Semua terjaga tanpa adanya noda Mulai dari kelahiran hingga akhir hayat Menjadi satu padu oleh yang esa Dalam harmoni semesta yang terjalin Lauhul mahfudz adalah kebijaksanaan Menuntun kita dalam setiap pilihan Menuju kedamaian dan keberkahan Mari merenung dalam hening Memahami makna di balik tinta catatan Bahwa setiap ujian dan kebahagiaan Adalah bagian dari rencana Tuhan.  Oleh: M. A. R. S (angkasa)

Teriakan Sepi

Gambar
Lamunan.... malam.... Teman berucap penutup pilu Bisingan hewan... Saksi kesepianmu. Embun dan sinar pagi, Menyapa awal hidupmu Memori kelammu, terukir.... Menemani jalan baru. Setiap langkah-langkah.... Penuh beban penyesalan.... Menutup mulut.... Takkan bisa membisukan orang-orang. Oh, dinding bagai Semeru Hati kecil ini.... tertatih.... Teriakan demi teriakan.... Tertutup.... Membuat asa itu, tak pernah muncul.... Karya: Adie Guna Apik Dumadi

Praise and Hope

Gambar
Tentangmu.... Yang tak pernah bisa lenyap dalam ingatan. Senyummu, tawamu, lakumu, dan segala hal yang tercipta darimu,  Tak mampu lagi aku menafikan. Lalu, harus dalam bentuk apa akan kuutarakan? Nampaknya, terlampau sulit untuk mendeskripsikan, Sebuah wujud  indah nan menawan ciptaan Tuhan. Tentangmu.... Yang hadir dalam rangkaian alam sadarku,  Tanpa banyak ita-itu. Kau mampu membuat perasaan menjadi tak menentu, Tanpa batas waktu. Semuanya bersemayam di dalam kalbu. Tentangmu.... Si pemilik mata indah, Bibir merekah,  Serta lengkung alis bak busur panah. Semoga, akan selalu terjaga,  Untuk hari ini, nanti, dan seterusnya. Karya: Gibran

Pendidikan

Gambar
Pendidikan, cahaya hidup yang terang, Menerangi jiwa, membangun bangsa yang kuat. Dengan ilmu dan pengetahuan yang luas, Membuka pintu masa depan, membebaskan hati. Guru-guru, pembawa obor pengetahuan, Menyinari jalan, menggapai cita-cita. Dengan sabar dan penuh kasih sayang, Membentuk karakter, membangun hari yang cerah. Pendidikan, kunci kemajuan bangsa, Membuka lembaran baru, menulis sejarah. Dengan semangat dan tekad yang kuat, Membangun generasi, memimpin bangsa ke depan. Ilmu pengetahuan, cahaya abadi, Menerangi hidup, membebaskan jiwa. Dengan pendidikan, kita maju, Membangun masa depan, yang cerah dan indah. Pendidikan memupuk mimpi, Membangun harapan, memperkuat iman. Membuka wawasan, memperluas pengetahuan, Membuat kita lebih bijak dan beriman. Guru, orang tua, dan masyarakat, Berkolaborasi membangun generasi. Dengan pendidikan yang berkualitas, Membangun bangsa yang kuat dan berdaya. Pendidikan adalah investasi, Membangun masa depan yang cerah. Dengan ilmu dan pengetahuan, Ki...

Ya Thoha Pelipur Lara

Gambar
          Sumber Foto: Khazanah Republika Udara hangat nampak mesra, Menghantar kisah cinta, menghapus segala lara. Muhammad namanya, Thoha salah satu sebutan untuknya. Selamat datang di bulan mulia, Ya Thoha. Empat puluh tahun menerima wahyu-Nya, Sebagai titik awal perjuangan. Sosok panutan yang menyejukkan,  Menyatukan ummat dalam ikatan persaudaraan. Hati yang gersang, kini tumbuh merindukan. Selamat datang di Bulan Mulia, Ya Thoha. Risalah yang engkau bawa, terpatri indah pada semesta. Mengajarkan arti kasih sayang sesungguhnya. Namun kini berbeda, Upaya penjegalan nasab atas namamu sedang melanda. Membingungkan ummat dengan kasus yang tidak mereda. Ya Thoha, sangat beruntung jika bisa berjumpa. Ingin Aku adukan polemik nasab yang kian mencuat di media. Entah siapa dalangnya, dan apa motifnya, Sungguh pilu jika karena dunia. Ya Thoha pelipur lara Semoga atas dasar cinta,  hinaan sirna serta kerakusan dunia tak merajalela. Shalawat salam...

IMT, Untukmu Ordaku

Gambar
                             Sumber Foto: logo IMT Bersatu padu untuk maju Satu tekad, satu visi seperti bintang di angkasa Langkah bersama bagai keluarga Saling mendukung bukan mengurung IMT namanya, Keluarga dari Tegal Tanpa batas asa, ide dan gagasan seperti suara di meja makan Keputusan dibuat bersama Bagai musyawarah keluarga Ikatan Mahasiswa Tegal kepanjangannya Rintangan beragam menjadi tantangan Untuk kekuatan dan kemajuan Menyatu padu dalam kebersamaan Untuk membentuk sebuah ikatan Oleh: Sedulur Ricy Steve Ardiansyah

Sepucuk Surat Dari Anak Rantau

Gambar
    ~ Sepucuk Surat Dari Anak Rantau ~              Sumber Foto : Bola.com Ini adalah persembahan untuk saya, pejuang tangguh di tanah rantau, Sepucuk surat, dari rantau... Kutulis dengan sebuah pena rindu... Berisikan tinta perjuangan, Yang dituangkan di atas kertas putih... Balaskan kenangan indah, Teruntuk ayah di rumah, Yang telah memberi suri teladan... Di dibalut keberanian dan pengorbanan... Semoga kelak, nanti ku berpulang... Kita masih bisa berdialog di teras rumah, Bertukar makna sambil menatap surya. Nan perlahan menghilang di ujung senja, Teruntuk ibu di kampung... Yang tak pernah lelah melimpahiku dengan kasih... Tempatku berkeluh kesah dan mengadu. Semoga nantiku masih bisa membawakan sepotong kebahagiaan, Untuk membuat hidupmu sedikit lebih manis... Sebagai obat untuk rasa rindumu, Yang tiap malam, selalu mengiris kalbu... Semoga kau masih ada untuk-Ku, Sampai nanti-Ku berlayar pulang menjemput kesuksesan... Tanahku...

Catatan Desember

Oleh: Azannur Firdaus Untuk Desember, rasa yang lalu tak perlu diingat, cukup dikenang sebagai bagian hidup. Masih ada banyak senyum di sekitarmu, ada banyak hal baik yang tak boleh luput untuk kamu syukuri. Aku, kamu dan kita berhak memiliki Desember dengan sempurna dan bahagia.  Lengkapilah penghujung Desember ini dengan keindahan yang pasti, agar selalu ada kesempatan hati untuk berbagi dalam hal apapun dan situasi apapun.

Sebagai Aku....

Sebagai Aku Satu windu. Tidak !! lebih dari itu. Aku menunggu pada satu rotasi rindu Mengulang kenangan tanpa spasi Dalam nalarku yang mulai tak pasti Maka, seringkali aku Memastikan, jiwaku tak mati karena sepi Atau jatuh karena rasaku mulai rusuh Pada tiap malam berpeluk kelam Pada tiap pagi yang syarat sunyi Aku menunggu, sepucuk hibat Datang dari sisi lain sang jagat Tempat ragamu kini berkarat Ingat aku, Sebagai diri yang tak pernah alpa menanti Sebagai raga yang tak pernah lelah merasa Sebagai aku yang hingga kini masih rela menunggu, datangmu yang tanpa yakin arah dan waktu. Selamat malam untuk kamu sang pejuang rindu Semoga malam ini hatimu baik-baik saja, lagi. (Puisi ini terkhusus dipersembahkan untuk salah seorang perempuan yang pernah memiliki peran penting di IMT tahun 2018-2019) ~300618. 20.26 pm~

JIKA

JIKA Oleh Ainun Fitriana Jika masa itu tiba Aku akan mengucapkan selamat datang Jika masa itu tiba Aku akan mengucapkan apa kabar? Jika masa itu tiba Aku akan mengucapkan lama tak jumpa Jika masa itu tiba Aku akan mengucapkan senang bertemu denganmu Jika masa itu tiba Aku akan mengucapkan aku rindu