Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

Ratu kaya dan Si Pahlawan

Gambar
Di suatu kampung yang indah terdapat sebuah kerajan bernama Kerajaan Dedwels. Kerajaan tersebut memiliki seorang ratu kaya raya bernama Alice Norin. Suaminya bernama Dedh Welson, seorang raja yang memimpin Kerajaan Dedwels. Namun sangat disayangkan Sang Ratu meninggal pasca melahirkan anaknya, yaitu Aliane Dedh Norin. 20 tahun kemudian, Aliane dilantik menjadi seorang ratu menggantikan ayahnya yang sudah tua. Sang Raja memberikan seluruh kekayaan dari kerajaan kepada Aliane, dengan syarat Aliane harus menikah sebelum menerimanya. Namun selang 3 tahun, Sang Raja wafat ketika melawan Kerajaan Bone. Kesedihan pun melanda Ratu Aliane. Lalu untuk memenuhi syarat warisan dari sang ayah Aliane berniat mencari seorang pria untuk dijadikan suami. Ratu Aliane menyuruh para prajuritnya untuk menempelkan sebuah papan pengumuman yang berisi pencarian jodoh untuk Sang Ratu. Beberapa hari kemudian, ketika Ratu Aliane selesai berkunjung dari Kerajaan Duth yang berada di sebelah kanan Kerajaan Dedwils,...

Tanpa Topeng

Gambar
 Di antara riuh tawa yang dulu kita rawat, ada jarak yang tumbuh pelan-pelan. Bukan karena benci, bukan karena salah siapa-siapa— hanya waktu yang diam-diam menggeser kita ke arah berbeda. Sapaan berubah seperlunya, candaan tak lagi menemukan tempat pulang. Aku belajar menjadi pelupa. Melupakan kebiasaan menunggu, melupakan obrolan panjang tanpa arah. Kupaksa diri untuk tidak lagi menoleh, meski kenangan masih berdiri di sudut yang sama. Melupakan ternyata bukan soal menghapus, melainkan tentang bertahan agar tidak kembali berharap. Namun masa lalu keras kepala. Ia datang lewat lagu lama di tengah malam, lewat kenangan yang tak sengaja terbuka, lewat aroma hujan yang mengingatkan pada percakapan yang tak selesai. Ia hadir lagi ..... di sampingku tanpa izin, mengulang adegan yang seharusnya telah usai. Lelah berlari, aku memilih berhenti. Memilih menyendiri bukan karena kalah, bukan pula karena kecewa sepenuhnya. Aku hanya ingin ruang di mana aku tak perlu menjelaskan diri, tak perl...

Di Bawah Kuasa Kaki, Di Luar Genggam Hati

Gambar
 Dalam permainan sepak bola yang melibatkan dua puluh dua manusia, masing-masing berlari dengan tujuan yang sama yaitu, menguasai benda bulat yang tampak sederhana, namun diperebutkan dengan seluruh tenaga, emosi, dan akal. Setiap langkah memiliki strategi, setiap sentuhan mengandung ambisi. Ada yang harus jatuh bangun untuk meraihnya, ada pula yang seolah diberi jalan mulus. Sebagian memilih cara bersih, sebagian lain tak ragu untuk menghalalkan segala cara, sebab tujuan sering kali terasa lebih penting daripada cara. Namun ironinya justru lahir setelah benda itu berhasil digenggam. Apa yang direbut dengan keringat dan luka, dilepas dalam satu sentuhan. Sebuah umpan, sebuah tendangan, atau sekadar dorongan ringan, lalu ia pergi, berpindah kaki, berpindah nasib. Tak ada yang benar-benar memilikinya terlalu lama. Begitulah permainan berjalan, manusia mengejar, menguasai sesaat, lalu melepaskan. Ada yang melepas dengan kesadaran penuh, memahami bahwa permainan menuntut berbagi peran....

Khataman dan Buka Bersama IMT UIN Walisongo: Pererat Silaturahmi, Raih Keberkahan Ramadhan

Gambar
  foto bersama setelah acara Semarang, imtuinwalisongo.blogspot.com - Ikatan Mahasiswa Tegal (IMT) Komisariat UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan acara khataman dan buka bersama di Masjid Al Fitroh Kampus 2 UIN Walisongo Semarang pada Sabtu, 7 Maret 2026. Acara yang dihadiri oleh 43 sedulur beserta pembina ini dibuka dengan serangkaian maulid berikut doa khatam Quran sebagai kegiatan pra-acara, sebelum memasuki agenda inti acara, yaitu buka bersama. Sembari menunggu azan Magrib berkumandang, Dr. Aji Sofanudin, M.Si. selaku pembina IMT Komisariat UIN Walisongo Semarang mengisi kegiatan dengan kultum yang membahas tentang 10 faktor terbesar penentu kesuksesan. “Faktor yang menyebabkan kita sukses itu ada banyak. Kesuksesan seseorang itu bukan ditentukan hanya dari kecerdasannya saja, atau di mana dia sekolah. Itu ada di nomor sekian. Yang lebih penting adalah jujur, kemudian disiplin, mudah bergaul, memiliki pasangan suportif, bekerja keras, mencintai apa yang dikerjakan, memilik...