Postingan

Ratu kaya dan pangeran

Di suatu kampung yang indah terdapat sebuah kerajan bernama Kerajaan Dedwels. Kerajaan tersebut memiliki seorang ratu kaya raya bernama Alice Norin. Suaminya bernama Dedh Welson, seorang raja yang memimpin Kerajaan Dedwels. Namun sangat disayangkan Sang Ratu meninggal pasca melahirkan anaknya, yaitu Aliane Dedh Norin. 20 tahun kemudian, Aliane dilantik menjadi seorang ratu menggantikan ayahnya yang sudah tua. Sang Raja memberikan seluruh kekayaan dari kerajaan kepada Aliane, dengan syarat Aliane harus menikah sebelum menerimanya. Namun selang 3 tahun, Sang Raja wafat ketika melawan Kerajaan Bone. Kesedihan pun melanda Ratu Aliane. Lalu untuk memenuhi syarat warisan dari sang ayah Aliane berniat mencari seorang pria untuk dijadikan suami. Ratu Aliane menyuruh para prajuritnya untuk menempelkan sebuah papan pengumuman yang berisi pencarian jodoh untuk Sang Ratu. Beberapa hari kemudian, ketika Ratu Aliane pergi ke kota, dia melihat seorang pria yang baik hati, yang membuatnya merasa cocok...

Tanpa Topeng

Gambar
 Di antara riuh tawa yang dulu kita rawat, ada jarak yang tumbuh pelan-pelan. Bukan karena benci, bukan karena salah siapa-siapa— hanya waktu yang diam-diam menggeser kita ke arah berbeda. Sapaan berubah seperlunya, candaan tak lagi menemukan tempat pulang. Aku belajar menjadi pelupa. Melupakan kebiasaan menunggu, melupakan obrolan panjang tanpa arah. Kupaksa diri untuk tidak lagi menoleh, meski kenangan masih berdiri di sudut yang sama. Melupakan ternyata bukan soal menghapus, melainkan tentang bertahan agar tidak kembali berharap. Namun masa lalu keras kepala. Ia datang lewat lagu lama di tengah malam, lewat kenangan yang tak sengaja terbuka, lewat aroma hujan yang mengingatkan pada percakapan yang tak selesai. Ia hadir lagi ..... di sampingku tanpa izin, mengulang adegan yang seharusnya telah usai. Lelah berlari, aku memilih berhenti. Memilih menyendiri bukan karena kalah, bukan pula karena kecewa sepenuhnya. Aku hanya ingin ruang di mana aku tak perlu menjelaskan diri, tak perl...

Di Bawah Kuasa Kaki, Di Luar Genggam Hati

Gambar
 Dalam permainan sepak bola yang melibatkan dua puluh dua manusia, masing-masing berlari dengan tujuan yang sama yaitu, menguasai benda bulat yang tampak sederhana, namun diperebutkan dengan seluruh tenaga, emosi, dan akal. Setiap langkah memiliki strategi, setiap sentuhan mengandung ambisi. Ada yang harus jatuh bangun untuk meraihnya, ada pula yang seolah diberi jalan mulus. Sebagian memilih cara bersih, sebagian lain tak ragu untuk menghalalkan segala cara, sebab tujuan sering kali terasa lebih penting daripada cara. Namun ironinya justru lahir setelah benda itu berhasil digenggam. Apa yang direbut dengan keringat dan luka, dilepas dalam satu sentuhan. Sebuah umpan, sebuah tendangan, atau sekadar dorongan ringan, lalu ia pergi, berpindah kaki, berpindah nasib. Tak ada yang benar-benar memilikinya terlalu lama. Begitulah permainan berjalan, manusia mengejar, menguasai sesaat, lalu melepaskan. Ada yang melepas dengan kesadaran penuh, memahami bahwa permainan menuntut berbagi peran....

Khataman dan Buka Bersama IMT UIN Walisongo: Pererat Silaturahmi, Raih Keberkahan Ramadhan

Gambar
  foto bersama setelah acara Semarang, imtuinwalisongo.blogspot.com - Ikatan Mahasiswa Tegal (IMT) Komisariat UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan acara khataman dan buka bersama di Masjid Al Fitroh Kampus 2 UIN Walisongo Semarang pada Sabtu, 7 Maret 2026. Acara yang dihadiri oleh 43 sedulur beserta pembina ini dibuka dengan serangkaian maulid berikut doa khatam Quran sebagai kegiatan pra-acara, sebelum memasuki agenda inti acara, yaitu buka bersama. Sembari menunggu azan Magrib berkumandang, Dr. Aji Sofanudin, M.Si. selaku pembina IMT Komisariat UIN Walisongo Semarang mengisi kegiatan dengan kultum yang membahas tentang 10 faktor terbesar penentu kesuksesan. “Faktor yang menyebabkan kita sukses itu ada banyak. Kesuksesan seseorang itu bukan ditentukan hanya dari kecerdasannya saja, atau di mana dia sekolah. Itu ada di nomor sekian. Yang lebih penting adalah jujur, kemudian disiplin, mudah bergaul, memiliki pasangan suportif, bekerja keras, mencintai apa yang dikerjakan, memilik...

RAMADHAN SEBAGAI MOMENTUM REVOLUSI DIRI DAN PERUBAHAN SOSIAL

Gambar
(sumber: Pinterest) Ramadhan adalah bulan yang memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam dalam kehidupan umat Muslim. Ini lebih dari sekadar kewajiban untuk berpuasa dari rasa lapar dan haus. Ini merupakan proses pengembangan diri yang terstruktur dan komprehensif. Dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 183, menekankan bahwa tujuan puasa adalah untuk menumbuhkan ketakwaan. Dalam konteks ini, kesalehan bukan hanya tentang perbuatan baik yang bersifat ritual, tetapi juga tentang kesadaran moral yang tercermin dalam perilaku sehari-hari. Oleh karena itu, Ramadhan dapat dipahami sebagai waktu transformasi pribadi pada perubahan mendasar dalam cara berpikir, sikap, dan tindakan. Pengendalian hawa nafsu adalah langkah pertama menuju revolusi diri. Seseorang dididik untuk mengontrol keinginan fisik, menjaga lisan, menahan amarah, dan meningkatkan kualitas ibadah selama Bulan Ramadhan. Latihan ini membantu umat muslim mempertahankan kedisiplinan dan ketahanan mental, yang sangat pent...

Ramadhan sebagai Rekonsiliasi Sosial : IMT UIN Walisongo Ajak Mahasiswa Menjahit Kembali Persaudaraan di Tengah Perbedaan

Gambar
  foto bersama setelah diskusi wacana yang ke-3 Ikatan Mahasiswa Tegal (IMT) Komisariat UIN Walisongo Semarang telah menyelenggarakan kegiatan Diskusi Wacana pada hari Jumat, 13 Februari 2026, bertempat di Gedung Parkir lantai 3 samping Perpustakaan UIN Walisongo, Semarang. Kegiatan ini diikuti oleh anggota dan pengurus IMT dengan suasana yang berlangsung kondusif, penuh antusiasme, serta semangat kebersamaan. Diskusi wacana dibuka oleh Putri Azmi Fauziah selaku moderator dengan mengucapkan salam serta memberikan pengantar terkait tema yang diangkat, yaitu “Ramadhan sebagai Rekonsiliasi Sosial: Menjahit Kembali Retakan Persaudaraan di Tengah Perbedaan Pandangan”. Setelah pembukaan, moderator memperkenalkan pemateri, yaitu Abdul Rozaq Jamil selaku DPO IMT Komisariat UIN Walisongo Semarang, yang akrab disapa Gus Ojak. Dalam pemaparan awalnya, pemateri membacakan dan menegaskan kembali tema diskusi, kemudian memperkenalkan salah satu fenomena yang terjadi tahun lalu di Yogyak...

SMA Negeri 3 Slawi Mengukir Sejarah di IMT WS CUP Chapter VIII

Gambar
  foto bersama juara 1, setelah penyerahan hadiah Tegal, imtuinwalisongo.blogspot.com- Ikatan Mahasiswa Tegal (IMT) UIN Walisongo Semarang mengadakan acara IMT WS Cup Chapter VIII. Bertempat di GOR Trisanja Slawi, Kab.Tegal dengan mengusung tema "Tunjukkan Sportifitas, Eratkan Solidaritas, Wujudkan  Fair Play  Tanpa Batas". Acara berlangsung selama 2 hari yaitu Hari Sabtu dan Minggu (31/1/2026–1/2/2026). Yusuf Firdaus sebagai ketua pelaksana menyampaikan, "IMT WS CUP ini bukan sekedar ajang meraih kemenangan tapi juga tentang ajang supaya kita bisa meningkatkan sportifitas, solidaritas sehingga dapat terus terjalin hubungan di bidang olahraga ini.". Chapter VIII ini sama dengan tahun sebelumnya, diikuti oleh 32 tim dari berbagai sekolah pertandingan berlangsung secara berkelanjutan, penonton dan suporter tampak antusias dan senang dalam menonton laga ini. Dalam jalannya pertandingan sempat terjadi beberapa kejadian yang memicu ketegangan, seperti pemain yang main ka...