Sekolah Leadership: Menciptakan Pemimpin yang Berintegritas di Era Krisis Kepercayaan
Foto bersama peserta Sekolah Leadership
Semarang, imtuinwalisongo.blogspot.com – Ikatan Mahasiswa Tegal (IMT) UIN Walisongo Semarang khususnya Departemen Pengkaderan mengadakan Sekolah Leadership yang bertempat di Yayasan Madinatul Amin, Jl. Bandungsari, Purwosari, Kec. Mijen, Kota Semarang, pada Sabtu (23/05/2026). Kegiatan ini diikuti oleh pengurus dan anggota Ikatan Mahasiswa Tegal (IMT) yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, komunikasi, dan solidaritas mahasiswa Tegal untuk mencetak kader pemimpin yang amanah.
Kegiatan ini dimulai pada pukul 10.00 dengan 3 sesi materi untuk membekali para kader dengan kapasitas kepemimpinan yang kuat. Fikri Muzaki selaku Ketua Panitia mengungkapkan bahwa tema “Menciptakan Pemimpin yang Berintegritas di Era Krisis Kepercayaan” sangat relevan dengan kondisi sekarang. Di mana, banyak kalangan mahasiswa mengalami penurunan kepercayaan terhadap esensi organisasi sebagai wadah untuk berkembang dan berproses. Melalui forum ini, ia berharap esensi positif berorganisasi dapat kembali ditumbuhkan.
Sesi pertama dibuka oleh M. Asy'ari Mughni, S.Ag. yang memaparkan materi berjudul “Selayang Pandang IMT”. Dalam penyampaiannya, beliau mengulas sejarah perkembangan IMT yang pada awalnya berdiri atas dasar semangat nasionalisme daerah. Seiring perkembangannya, sejak tahun 2010 hingga saat ini, IMT telah mengintegrasikan nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus berfungsi sebagai wadah strategis untuk mengembangkan potensi mahasiswa asal Tegal. Beliau juga mengungkapkan bahwa apabila ekosistem kepemilikan telah diimplementasikan dengan baik, diharapkan tumbuh rasa kepemilikan di kalangan para peserta terhadap IMT. Setelah berakhirnya materi pertama, dilanjut diskusi tanya jawab yang dipimpin oleh Muh. Nabil Fauzi selaku moderator pada sesi pertama.
Suasana sesi kedua yang dipandu oleh Nailal Azkia selaku moderator, berjalan dengan lebih reflektif saat Nabila Nikmatul Laeli, M.Sos., memaparkan materi krusial mengenai “Mental Health dalam Berorganisasi”. Di sela pemaparan materi, beliau mengajak beberapa peserta untuk saling berbagi pengalaman terkait dampak kesehatan mental yang pernah mereka hadapi. Para peserta juga diajak untuk mempraktikkan sikap empati secara langsung melalui metode berpasangan, di mana satu sama lain bergantian peran sebagai pendengar yang aktif dan pencerita.
Selain itu, beliau mengenalkan metode butterfly hug (pelukan kupu-kupu) sebagai salah satu teknik praktis self-soothing untuk meredakan kecemasan, menstabilkan emosi, serta mengembalikan ketenangan diri. Sebagai tindak lanjut dari sesi pemaparan materi, di akhir sesi para peserta diarahkan untuk menyusun peta konsep (mind mapping) mengenai materi yang telah disampaikan, kemudian mempresentasikan hasilnya di depan forum.
Sesi materi terakhir ditutup oleh Salman Al Farizi yang mengupas tuntas topik “Citra Kepemimpinan di Era Digital”. Beliau menjelaskan bahwa pada hakikatnya, kepemimpinan adalah sebuah seni untuk memengaruhi orang lain demi mencapai tujuan bersama. Namun, di tengah derasnya arus keterbukaan informasi saat ini, personalitas seorang pemimpin tidak lagi sekadar dinilai dari interaksi fisik secara langsung, melainkan juga dari rekam jejak digital serta cara membangun personal branding di media sosial. Pada akhir sesi, dibuka sesi tanya jawab yang dipandu langsung oleh Roihan Gibran selaku moderator.
Kegiatan Sekolah Leadership ini kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama, dilanjutkan dengan momen kebersamaan berupa acara membakar sosis dan makan malam bersama seluruh pengurus serta peserta. Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta, salah satunya Hasna, yang menyatakan bahwa acara ini memberikan pengalaman yang sangat berharga. “Melalui Sekolah Leadership kemarin, saya belajar banyak seperti pentingnya kerja sama tim, rasa tanggung jawab, kedisiplinan, serta bagaimana cara memimpin dengan baik. Acara ini juga berhasil membuat kami saling mengenal lebih dekat dan menambah keakraban satu sama lain,” ungkap Hasna.
Rep/Red: Jihan Sahhilina Shofa/Akmal
Komentar
Posting Komentar