Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen

Di Bawah Langit Pesisir

Gambar
  lustration with ai Di sebuah desa kecil di tepi pesisir, hiduplah seorang pemuda bernama Ardan. Setiap pagi, ia bangun sebelum matahari terbit untuk membantu ayahnya, Pak Ahmad, seorang nelayan yang sudah puluhan tahun mengarungi lautan. Kehidupan mereka sederhana, namun penuh dengan kebahagiaan yang tulus. Suatu hari, saat Ardan sedang mempersiapkan perahu untuk melaut, ia melihat seorang gadis asing berdiri di tepi pantai. Gadis itu tampak kebingungan dan sedikit cemas. Ardan mendekatinya dan bertanya, “Apakah kamu butuh bantuan?” Gadis itu memperkenalkan dirinya sebagai Raisa, seorang mahasiswa yang sedang melakukan penelitian tentang ekosistem laut. Ia datang ke desa itu untuk mengumpulkan data, namun merasa kesulitan karena tidak mengenal siapa pun di sana. Ardan dengan senang hati menawarkan bantuan. Setiap hari, setelah pulang dari melaut, ia menemani Raisa berkeliling desa dan memperkenalkannya kepada para nelayan dan penduduk setempat. Mereka berbagi cerita tentang...

Ratu kaya dan Si Pahlawan

Gambar
Di suatu kampung yang indah terdapat sebuah kerajan bernama Kerajaan Dedwels. Kerajaan tersebut memiliki seorang ratu kaya raya bernama Alice Norin. Suaminya bernama Dedh Welson, seorang raja yang memimpin Kerajaan Dedwels. Namun sangat disayangkan Sang Ratu meninggal pasca melahirkan anaknya, yaitu Aliane Dedh Norin. 20 tahun kemudian, Aliane dilantik menjadi seorang ratu menggantikan ayahnya yang sudah tua. Sang Raja memberikan seluruh kekayaan dari kerajaan kepada Aliane, dengan syarat Aliane harus menikah sebelum menerimanya. Namun selang 3 tahun, Sang Raja wafat ketika melawan Kerajaan Bone. Kesedihan pun melanda Ratu Aliane. Lalu untuk memenuhi syarat warisan dari sang ayah Aliane berniat mencari seorang pria untuk dijadikan suami. Ratu Aliane menyuruh para prajuritnya untuk menempelkan sebuah papan pengumuman yang berisi pencarian jodoh untuk Sang Ratu. Beberapa hari kemudian, ketika Ratu Aliane selesai berkunjung dari Kerajaan Duth yang berada di sebelah kanan Kerajaan Dedwils,...

Ketika Aku Menjadi Maba

          Aku masih ingat hari pertama aku menjadi mahasiswa baru. Semuanya terasa begitu baru dan menantang. Dari proses pendaftaran hingga orientasi kampus, aku merasa seperti sedang berada di dunia yang sama sekali berbeda.          Aku bertemu dengan banyak orang baru, dari berbagai latar belakang dan daerah. Kami semua memiliki satu tujuan yang sama: untuk belajar dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.          Aku merasa sedikit gugup saat pertama kali mengikuti kuliah. Aku tidak tahu apa yang diharapkan dan bagaimana cara belajar di perguruan tinggi. Namun, setelah beberapa minggu, aku mulai merasa lebih nyaman dan percaya diri.            Aku juga bertemu dengan senior-senior yang sangat membantu dan mendukung. Mereka memberikan banyak saran dan tips tentang cara belajar dan menghadapi tantangan di kampus. Apalagi saya sangat terbantu seka...

Itu Ibu

Gambar
        Sumber Foto: Kompas.com Aku kembali mengelap keringat yang mengalir deras di pelipisku, entah mengapa hari ini mentari terasa sangat terik bersinar. Aku masih diam menatap rumah besar itu, rumah dengan halaman depan yang luas, taman yang penuh dengan bunga, dan kolam renang yang besar, dalam hati aku berkata “andai aku lahir dari keluarga yang kaya, pasti aku ngga disini sekarang. Aku Ahmad, seorang anak dari pasangan sederhana dipelosok desa, aku sudah lulus SMP, namun kendala biaya tidak mengizinkanku untuk melanjutkan pendidikan kejenjang atas, setiap hari aku mbantu perekonomian orang tua, ayah yang cuma berdagang dan ibu yang sibuk diladang milik orang tidak bisa secara penuh membiayai keseharian keluarga, aku sebagai anak laki-laki pertama terpaksa harus ikut bekerja. Aku berjualan di taman kota, atau kalau sedang semangat, aku juga berjualan di alun-alun kotaku. Penghasilan yang minim, ditambah dagangan yang memang bukan milikku tentunya ti...

Semangat Kartini di Era Modern

Gambar
Sumber Foto: Pngtre Di sebuah kota kecil yang masih sarat dengan tradisi patriarki, hiduplah seorang gadis muda bernama Balqis. Ia tumbuh dalam keluarga yang menghargai nilai-nilai lama, di mana perempuan hanya dianggap sebagai pengatur rumah tangga semata. Namun, Balqis punya impian yang lebih besar. Setiap tahun, saat hari Kartini tiba, Balqis selalu merasa terinspirasi oleh semangat Kartini yang membara. Ia bermimpi untuk bisa menjadi lebih dari sekadar seorang ibu rumah tangga. Namun, tantangan besar menanti Balqis. Di sekolah, Balqis sering diabaikan oleh guru-guru laki-laki yang lebih memperhatikan murid-murid laki-laki. Tetapi Balqis tidak patah semangat. Ia belajar dengan giat dan mencurahkan segala energinya untuk meraih cita-citanya. Suatu hari, Balqis mendengar tentang program beasiswa untuk perempuan yang berprestasi. Tanpa ragu, Balqis mendaftar dan dengan tekun mempersiapkan diri untuk ujian seleksi. Meskipun banyak yang meragukan kemampuannya, Balqis tetap te...

Misteri Rumah Bekas Pembantaian

Gambar
Misteri Rumah bekas pembantaian             Pagi ini terasa sepi sekali, kondisi psikologiku sedang sangat lemah, meski aku sudah tidur cukup banyak, namun tetap saja malas untuk melakukan segala aktifitas. Enggan bagiku menggerakan tubuh ini pagi itu, hanya makan, minum dan ke kamar mandi saja aku bergerak,  lalu kembali merebahkan badan di atas ranjang tidurku. Malas sekali, tak ada sedikitpun motivasi melakukan kegiatan lain.             Tidur terlentang menatapi langit-langit dengan lamunan kosong. Mengapa aku lahir ke dunia ini?, Kenapa aku lahir didesa kumuh ini?, mengapa aku tak terlahir di Eropa yang kaya akan teknologi?, Mengapa aku terlahir sebagai manusia?. Yah, segala pertanyaan konyol itulah yang muncul ditengah kegabutan kala liburan sendirian.             Hanya sekedar menanyakan tanpa keinginan mengetahui jawa...