Debat Kandidat Ketua Umum IMT 2026/2027
Penyampaian Visi & Misi para kandidat
Semarang, imtuinwalisongo.blogspot.com – Ikatan Mahasiswa Tegal (IMT) Komisariat UIN Walisongo Semarang menggelar debat kandidat calon Ketua Umum sebagai salah satu rangkaian pemilihan Ketua Umum IMT. Kegiatan dilaksanakan di Pendopo Kwarcab, Ngaliyan, Semarang, pada Minggu (6/9/2026).
Debat berlangsung dengan penyampaian visi dan misi oleh masing-masing kandidat, dilanjutkan dengan sesi pertanyaan dan tanggapan yang diberikan selama debat. Jalannya debat dipandu oleh moderator, sedulur Aziz, agar setiap sesi dapat berlangsung sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
Kandidat pertama Najmi Syauqi H, menyampaikan visi untuk menjadikan IMT Komisariat UIN Walisongo Semarang sebagai wadah persatuan dan pengembangan potensi mahasiswa asal Tegal. Ia ingin melahirkan mahasiswa yang berilmu, berakhlak, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Tegal.
Dalam mewujudkan visi tersebut, kandidat pertama membawa lima misi, yaitu membangun kebersamaan dan tali silaturahmi antarmahasiswa asal Tegal, mengembangkan wawasan, keterampilan, dan jiwa kepemimpinan anggota, serta menggalang pengabdian dan kontribusi nyata bagi daerah. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pelestarian, promosi budaya, kearifan lokal Tegal, sekaligus membangun jembatan kerja sama antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat.
Kandidat kedua M. Adam Arafi, mengusung visi untuk mewujudkan IMT sebagai wadah kekeluargaan yang mampu menciptakan rasa nyaman, memperkuat kebersamaan, serta menjadi ruang bagi setiap anggota untuk berproses, berkembang, dan berkontribusi.
Adapun misi yang dibawa meliputi penguatan rasa kekeluargaan dan kebersamaan antaranggota, pembentukan kepengurusan yang tertata dan saling percaya, serta menghadirkan program kerja yang tepat dan berkelanjutan. Kandidat kedua juga menekankan pengembangan potensi mahasiswa Tegal dalam bidang akademik, kepemimpinan, kreativitas, dan keterampilan. Selain itu, perluasan jaringan kerja sama dengan alumni, organisasi mahasiswa, dan berbagai pihak menjadi bagian dari misinya untuk membuka peluang serta pengalaman baru bagi anggota.
Sementara itu, kandidat ketiga Izam Restu M, membawa visi untuk mewujudkan IMT sebagai organisasi yang unggul dalam kualitas dan kuantitas serta menjadi wadah bagi mahasiswa Tegal yang menjunjung tinggi rasa kekeluargaan.
Untuk mencapai visi tersebut, kandidat ketiga memiliki tiga misi utama, yaitu mengoptimalkan sistem kaderisasi dan manajemen organisasi guna menjaga keberlanjutan kepengurusan, mengajak dan menyatukan seluruh mahasiswa Tegal agar terlibat aktif dalam organisasi, serta membangun rasa saling peduli dan kebersamaan yang erat seperti keluarga.
Kandidat keempat M. Hadziq Faqih Maulana, mengusung visi untuk mewujudkan IMT sebagai organisasi daerah yang berlandaskan semangat kekeluargaan, sekaligus memiliki karakter inovatif, kreatif, dan memberikan dampak positif.
Visi tersebut diwujudkan melalui tiga misi, yaitu membangun rasa kekeluargaan melalui hubungan yang harmonis, terbuka, dan saling mendukung; mengembangkan kreativitas dan potensi anggota dengan menyediakan ruang untuk mengembangkan bakat dan kemampuan; serta meningkatkan kontribusi IMT bagi masyarakat dan daerah melalui kegiatan sosial, pendidikan, dan kebudayaan.
Penyampaian visi dan misi dari keempat kandidat menjadi bagian awal dari rangkaian debat kandidat Ketua Umum IMT. Masing-masing kandidat membawa gagasan dan fokus yang berbeda, dengan persamaan perhatian pada penguatan kekeluargaan, pengembangan potensi mahasiswa, serta peningkatan kontribusi IMT bagi daerah Tegal.
Suasana debat sempat memanas ketika salah satu panelis menyampaikan keresahannya mengenai latar belakang keempat kandidat yang berasal dari fakultas dan program studi yang sama. Panelis 3 tersebut mempertanyakan bagaimana para kandidat dapat memastikan bahwa kepengurusan nantinya mampu merangkul seluruh mahasiswa Tegal tanpa membatasi diri pada lingkungan fakultas tertentu. Aku pun punya keresahan. Keresahanku itu bukan karena meragukan kapasitas kalian, calon-calon kandidat ini. Tapi keresahanku adalah kok bisa eee kok bisa calon kandidate itu cuma dari satu fakultas, bahkan satu prodi? Ini bukan kemudian aku meragukan kapasitas sedulur-sedulur ya, tapi apakah kemudian kaderisasi ini diberikan hanya kepada anak-anak Syariah? Karena ketuane dari Syariah. Mas Tegar dari Syariah terus ngrangkule cah Syariah tok.”.
Pertanyaan tersebut kemudian ditanggapi oleh masing-masing kandidat dalam sesi debat. Kandidat 1 menyampaikan, "Soal keresahan kandidat yang kebetulan dari satu fakultas/prodi yang sama, kami menjamin bahwa ketika menjabat nanti, IMT adalah milik seluruh mahasiswa Tegal di kampus ini, tanpa memandang fakultas. Langkah konkritnya adalah dengan melakukan pendekatan dan propaganda kedaerahan yang lebih masif ke fakultas-fakultas lain sejak awal Maba (Mahasiswa Baru) masuk. Kita akan menugaskan BPH atau pengurus untuk aktif 'merangkul' teman-teman di luar Fakultas Syariah, sehingga asas keadilan dan keterwakilan daerah benar-benar dirasakan oleh semuanya.".
Kandidat 2 menjelaskan “Terkait kandidat yang dari satu fakultas, kami memohon maaf jika terkesan seperti itu, tapi niat kami melangkah adalah untuk merangkul semuanya. Jaminannya adalah di struktur kepengurusan nanti, kita akan porsi divisi dan kepengurusan secara merata dari berbagai fakultas. Kita akan datangi teman-teman dari fakultas lain secara langsung (door to door atau pendekatan personal) agar mereka merasa memiliki IMT yang sama.".
Setelah melalui rangkaian penyampaian visi dan misi serta sesi debat, masing-masing kandidat menyampaikan closing statement sebagai penegasan gagasan dan komitmen yang akan dibawa apabila terpilih menjadi Ketua Umum IMT Komisariat UIN Walisongo Semarang.
Dalam closing statement-nya, Kandidat 1 menyampaikan sebuah tagline yang sangat bagus, “Ada tagline yang sering saya ucap yaitu, Bismillah karo mlaku. Dalam artian karo mlaku kan ora mungkin cuma jalan saja, tapi kan menggunakan mata, pikiran, dan juga hati kita. Nah, jadi Ketika nanti kita sudah berjalan di IMT, ya akita liat mana yang baik dan mana yang buruk. Jadi itu closing statement dari saya, semoga tetap semangat.”.
Sementara itu, Kandidat 2 menyampaikan bahwa, “Mungkin untuk periode ini yang akan datang, minta tolong bantuan kepada pengurus-pengurus yang selanjutnya ini, Minta bantuan dari awal sampai akhir kepengurusan di angkatan 2024-2025 itu kita saling kontribusi dan juga saling membantu agar di kepengurusan 2024-2025 ini bisa memberi harapan yang sangat bagus dan juga evaluasi-evaluasi di kepengurusan sebelumnya semoga aja kita bisa lebih baik di tahun sebelumnya terus juga ketika ada permasalahan itu sebisa mungkin kita mengajak dan agar bisa menyatu kembali bukan cuma ada permasalahan, tetapi kita tinggalkan karena organisasi keluarga, mungkin dari saya itu aja sih tetap semangat untuk kepengurusan selanjutnya yang akan datang ini, baik, terimakasih.”
Closing statement dari kandidat 3, “Ya, mungkin hampir sama buat Angkatan 2025 dan kepengurusan tahun 2025-2026 ini. Didepan ini semua itu adalah calon yang akan menjadi nahkoda yang baru. Ya jadi pilihlah sebagaimana menurut kalian yang terbaik sehingga tidak terjadi 59% terulang lagi. Dan untuk nanti hubungan bersatu angkatan 25, untuk kedepannya kan kalian sudah tidak lagi hanya numpang ikut dikapal tapi kalian akan ikut merakit kapal untuk menetukan arah kemana kapal itu akan berlayar.”.
Adapun Kandidat 4 menutup penyampaiannya dengan “Closing statement dari saya kepada teman-teman semua, terima kasih, terutama kepada teman-teman Angkatan 24 yang telah memilih kami dan mempercayakan kami. Pada Angkatan 25 juga nantinya tetap saling jaga semangat, juga saling support.”.
Debat kandidat tersebut menjadi ruang bagi keempat calon ketua umum untuk menyampaikan gagasan, menjawab berbagai pertanyaan, serta menunjukkan komitmen mereka terhadap keberlanjutan IMT Komisariat UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi anggota IMT dalam menentukan pemimpin yang mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik.
Foto Bersama, Kandidat Ketua Umum bersama anggota IMT Kom. UIN Walisongo Semarang setelah debat kandidat.
Rep/Red: Suci Indah Lestari, Akmal
Komentar
Posting Komentar