“Seminar Wacana: Fokus pada Peran Menulis dan Kritik Sosial”

 

Foto bersama pemateri

Ikatan Mahasiswa Tegal (IMT) Komisariat UIN Walisongo Semarang telah menyelenggarakan kegiatan Seminar dan Diskusi Wacana (Sedina) dengan tema "Menulis sebagai Sarana Menyampaikan Gagasan & Kritik Sosial". Acara ini bertempat di Pendopo Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang pada Hari Sabtu (18/04/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya keterampilan menulis sebagai sarana menyampaikan ide, gagasan, serta kritik sosial secara konstruktif dan bertanggung jawab. Kegiatan ini diisi dengan pemaparan materi oleh narasumber, dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif.

Ketua pelaksana, Amiq Fuadi dalam sambutannya menyampaikan, ”mohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan acara, baik dari segi fasilitas, snack dan lain-lain. Serta terima kasih kepada para anggota dan pengurus terutama pengurus wacana yang telah membantu persiapan berjalannya acara ini.”.

Dalam sambutannya, M. Tegar Ramadhanal Ayani selaku Ketua Umum IMT Komisariat Semarang menyampaikan bahwa menulis adalah sarana untuk mengeluarkan gagasan atau mengkritik masalah sosial dan pemerintahan. Beliau menekankan bahwa kritik sosial bersifat legal selama penulis memiliki data dan fakta yang kuat. Namun, beliau juga mengingatkan agar berhati-hati dalam menulis karena adanya Pasal 218 UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP baru) yang mengatur pidana bagi siapa saja yang menyerang atau menjelek-jelekkan nama baik Presiden maupun Wakil Presiden di muka umum dengan ancaman maksimal 3 tahun penjara dan didenda pada kategori IV. Tetapi pada pasal 218 ayat 2 tindakan tersebut tidak dipidana jika dilakukan untuk kepentingan umum yang untuk menyejahterakan rakyat.

Selanjutnya, ”menulis itu sesuatu yang penting karena perintah agama. Jangan menulis tanpa fakta dan data dan jangan mengkritik pribadi tapi mengkritik kebijakannya atau isunya. Dan beliau mengajak kita untuk berani menulis tanpa ada bayang-bayang rasa takut dan sebagainya. Sebaik-baik tulisan itu bukan yang banyak datanya atau yang setebal buku, tapi sebaik-baik tulisan itu yang jadi (selesai).”. Ujar Bapak Dr. Adji Sofanudin M.Si selaku Pembina IMT Komisariat UIN Walisongo Semarang.  

Selain itu, Dedy Fahrezi S.H. sebagai pemateri memaparkan tentang artikel esai jurnalis. Beliau menyampaikan bahwa kritik sebaiknya dibangun berdasarkan pengalaman, fenomena, atau kejadian nyata, dimana artikel disusun dengan mendahulukan data penelitian baru kemudian diikuti pandangan subjektif, sedangkan esai mengunakan pendekatan yang lebih santai, imajinatif, dan personal dalam penyampaiannya. Beliau juga menyampaikan bahwa, “Menulis tulisan juga harus bisa menghadirkan solusi, percuma jika kita mengkritik pemerintah dan lain-lain tapi kita tidak bisa menyisipkan solusi bagi pemerintah”. Penulis yang baik hanya mungkin lahir dari pembaca yang baik. “Modal seorang penulis adalah membaca, membaca, membaca, dan membaca. Jadi untuk mendapatkan penulisan yang baik atau ruh penulisan yang baik itu adalah membaca, suka membaca dulu. Nanti setelah membaca, lahirlah logis dan mungkin sudah tertata kosa katanya, penggunaan diksinya, analisisnya, solusinya, dan lain-lain.”. Kata Beliau.

Setelah pemaparan materi selesai, terdapat diskusi interaktif yang dimana 3 penanya tercepat mendapatkan hadiah menarik. Hal ini membuat peserta sangat antusias, diskusi jadi lebih hidup dan banyak ilmu baru yang terbahas secara seru hingga akhir acara.

Acara pun diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan kepada pemateri serta sesi foto bersama. Secara keseluruhan, acara ini berjalan dengan sukses dan lancar. Harapannya ilmu yang sudah dibagikan bisa bermanfaat dan diterapkan oleh semua peserta dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi motivasi tambahan bagi kita semua untuk terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

 

Rep/Red: Arifatul Aulia/Akmal

  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silaturahmi Antar Sedulur Tegal (SIASAT) 2025: Meniti Langkah Bersama, Membangun Kenangan Selamanya

Pelantikan Pengurus Baru Dan Rapat Kerja IMT UIN Walisongo 2025/2026

Pekan Ramadhan IMT: Tebar Kebaikan di Bulan Keberkahan